DMCA.com Protection Status BAHAN KULIAH HUKUM ONLINE: MENGUAK REALITA PHATOLOGI BIROKRASI

Senin, 12 Desember 2011

MENGUAK REALITA PHATOLOGI BIROKRASI

MENGUAK REALITA PHATOLOGI BIROKRASI


  • Patologi maknanya adalah “ilmu mengenai penyakit birokrasi dan kelemahan” yang melekat dalam birokrasi 
  • Birokrasi itu mestinya baik, karena bisa menjamin keteraturan, namun pada prakteknya ia banyak keburukan
  • Birokrasi itu mestinya penuh keteraturan, namun pada prakteknya ketidak teraturan, sesuai dengan kepentingan dan keadaan birokratnya
  • Patologi birokrasi di indonesia antara lain digambarkan dengan ATURAN DI ATUR ORANG, bukan ORANG DIATUR OLEH ATURAN


                                                                     PENTINGNYA BIROKRASI BAIK

  • Ada kejelasan prosedur, lalu dengan prosedur yang jelas itu pemerintah bisa melaksanakan tugas dengan baik, lalu rakyat dan dunia usaha yang dilayanipun happy
  • Birokrasi yang baik bukan saja menguntungkan masyarakat tapi birokrat dan pimpinan birokrasi dapat bekerja ringan, istirhat tenag dan pensiun dapat penghargaan dari masyarakat.


                                                      BIROKRASI BAIK PEMERINTAH TERHORMAT


  • Bila birokrasi dinilai baik maka ada kepuasaan kerja karena bisa memenuhi pelayanan PRIMA.
  • Lembaga pemerintah sangat terbantu untuk menjaga kualitas pelayanan dan menghindari demonstrasi DESTRUKTIF
  • Personil pemerintahan sangat terbantu oleh prakarsa masyarakat, karena kepercayaan itu mahal harganya


                                                 BAGAIMANA BIROKRAKSI DI SEBUT BAIK


  • Effective dan efisien government: menggunakan sumberdaya optimal, dengan hasil yang terbaik, pemerintah bisa lebih banyak melayani masyarakat dan mensukseskan pembangunan
  • Responsible government:memiliki tanggungjawab kepada masyarakat umum, sebaliknya masyarakat akan merasa puas (satisfied) birokrasi mau sedikit berkorban untuk masyarakat
  • Transparent government: sifat pelaksanaan yang terbuka, memberi akses yang wajar kepada masyarakat lewat tokoh-tokoh mereka dan masyarakat secara terbuka. Dapat diakses
                                                         ADA TIGA MACAM STRATEGI;


  • BEHAVIORALIS: pendekatan dengan menggunakan ilmu prilaku individu menyangkut hal kepemimpinan, motivasi kerjasama
  • INSTITUSIONAL: Pendekatan dengan ilmu organisasi penataan kelembagaan, menata struktur, penataan STANDARD PELAYANAN PUBLIK.
  • PENDEKATAN SOSIAL: menggunakan mekanisme sosial untuk memperoleh dukungan misalnya dari tokoh masyarakat, LSM atau perguruan tinggi.


                                                PENDEKATAN KELEMBAGAAN COCOK


  • Alasannya ia akan bisa meningkatkan individu untuk bekerja sesuai TUPOKSI, merangsang mekanisme kerja yang baik, dan meletakkan kerangka kerjasama antar elemen di daerah
  • Pendekatan kelembagaan lebih menjamin kelangsungan perbaikan, serta lebih sitemik, termasuk pendekatan kelembagaan ialah mempermodern institusi birokrasi dengan inovasi dan penggunaan IT dalam birokrasi

                                  SURVEI MUTAKHIR TENTANG BIROKRASI MENGATAKAN ….

  • BIROKRASI WELL PLANNED, BAD IN IMPLEMENTATION.
  • Birokrasi kita punya banyak rencana yang baik, tapi kesulitan untuk melaksanakan rencana itu.
  • Pemerintah mengkalim sudah berbuat banyak tapi bagi masyarakat itu omong kosong. Hal tersebut dikarenakan belum adanya ukuran baik buruk
  • Pemerintah bekerja atas prosedur, sedang masyarakat meminta pemerintah sebagai kumpulan malaikat.

                                      TIGA PILAR STRATEGI REFORMASI BIROKRASI

  • Faktor pemerintah komitmen pusat SDM daerah kualitas birokrasi
  • PERDA pelayanan publik tekanan politik dukungan keuangan komunikasi dgn rakyat
  • Perencanaan fasilitasi evaluasi dan monitoring

                                              ANATOMI DAN ELEMEN POKOK BIROKRASI
  1.  Struktur organisasi birokrasi
  2. Visi dan misi organisasi birokrasi
  3. Pejabat birokrasi:
  • Sistem rekuretmen birokrasi
  • Sistem karir dalam jabatan
  • Pendidikan dan latihan untuk PNS
  1. 4. Fasilitas pendukung birokrasi
  • Opreasional
  • Insentif kerja
  • Administrasi kerja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar