Jumat, 22 Mei 2015

FILSAFAT ILMU part 1: Pengertian, Sejarah, Struktur Dan Konsep


I.          PENGERTIAN
RENUNGAN MENGENAI SEGALA SESUATU, SEBAGAI UPAYA PEMAHAMAN DAN MEMPEROLEH MAKNANYA, YANG PENTING BAGI LANDASAN PERTIMBANGAN KELAYAKAN TINDAKAN, SESUAI DENGAN NORMA YANG BERLAKU
A.   Memperoleh Pengetahuan
       1.  PRA-ILMIAH
   SEGALA SESUATU YANG DICATAT DALAM OTAK, HASIL PENCERAPAN INDERAWI (EMPIRIK) ATAU YANG DIPEROLEH SECARA INTUITIFadedidikirawan
         a.     EMPIRIK : SECARA SADAR DIKETAHUI PROSESNYA
        b.      INTUITIF : SECARA TAK SADAR TAKDIKETAHUI PROSESNYA
B.    ILMU
HIMPUNAN PENGETAHUAN YANG TELAH :
   1. DISISTEMATISASI
   2. DIORGANISASI
   3. MEMILIKI:
       - METODE TERTENTU
       - SIFAT INTERSUBYEKTIF (DAPAT
         DIPELAJARI OLEH SIAPA SAJA YANG 
         MEMENUHI PERSYARATAN DAN METODENYAadedidikirawan
       - SIFAT REPRODUKTIF (DPT DIULANG UTK DIUJI
         KEBENARANNYA DGN METODE DAN KONDISI YG
         SAMA
C.    ILMU YANG MANDIRI
1. DIAKUI SEBAGAI DISIPLIN LMU
2. MEMILIKI METODE ILMIAH YG KHAS
3. CIRI KHAS UNSUR-UNSUR STRUKTUR  ILMU:
      - ISTILAH
          -  DEFINISI
          -  PROPOSISI
          -  KONSEP
          -  TEORI
          -  HUKUM
          -  DALIL
D.   STRUKTUR ILMU:
1. FAKTA : KONSEP AWAL YG PALING SEDERHANA, BERUPA ABSTRAKSI   DARI HASIL PENCERAPAN INDERAWI (DICATAT DALAM OTAK, DIINGAT  DALAM PIKIRAN)
          (1) DIBERI LAMBANG/NAMA DIAMBIL DARI KATA  SEHARI-HARI
          (2) SEHINGGAadedidikirawan DPT DIKOMUNIKASIKAN SECARA ABSTRAK (TANPA MELIHAT WUJUD YBS)
E.    PERBEDAAN
HIPOTESIS : JAWABAN TENTATIF THDP MASALAH
TEORI : PUNYA LANDASAN KUAT UNTUK PREDIKSI GEJALA
HUKUM: PUNYA KEPASTIAN BERLAKUKNYA KERUNTUNAN ASAS   
FILSAFAT ILMU:CARA MEMPEROLEHadedidikirawan PENGETAHUAN YANG MEMENUHI KEBENARAN LMIAH
II.          DEFINISI
Pengetahuan : Persepsi subyek (manusia) atas obyek (riil dan gaib) atau fakta.
Ilmu Pengetahuan : Kumpulan pengetahuan yang benar disusun dengan sistem dan metode untuk mencapai tujuan yang berlaku universal dan dapatadedidikirawan diuji/diverifikasi kebenarannya
Ilmu Pengetahuan :
A.   bukan satu, melainkan banyak (plural)
B.    bersifat terbuka (dapat dikritik)
C.    berkaitan dalam memecahkan masalah
                          Jadi, Filsafat Ilmu Pengetahuan mempelajari esensi atau hakikat ilmu adedidikirawanpengetahuan tertentu secara rasional
Filsafat Ilmu Pengetahuan : Cabang filsafat yang mempelajari teori pembagian ilmu, metode yang digunakan dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan jenis keterangan yang berkaitan dengan kebenaran ilmu tertentu.Filsafat Ilmu Pengetahuan disebut juga Kritik Ilmu, karena historis kelahirannya disebabkan oleh adedidikirawanrasionalisasi dan otonomisasi dalam mengeritik dogma-dogma dan tahayul
III.          MEMBANGUN FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN “TERTENTU”
Jika Ilmu Pengetahuan Tertentu dikaji dari ketiga aspek (ontologi, epistemologi dan aksiologi), maka perlu mempelajari esensi atau hakikat yaitu inti atau hal yang pokok atau intisari atau dasar atau kenyataan yang benar dari ilmu tersebut. adedidikirawan
Contohnya :
Membangun Filsafat Ilmu hukum perlu menelusuri dari aspek :
Ontologi        [           eksistensi (keberadaan) dan essensi (keberartian) ilmu-ilmu hukum
Epistemologi                [           metode yang digunakan untuk membuktikan kebenaran ilmu-ilmu hukum
Aksiologi        [           manfaat dari ilmu-ilmu hukum adedidikirawan
IV.          ASPEK ONTOLOGI
Aspek ontologi dari ilmu pengetahuan tertentu hendaknya diuraikan secara :
a.    Metodis; Menggunakan cara ilmiah
b.    Sistematis; Saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan
c.     Koheren; Unsur-unsurnya tidak boleh mengandung uraian yang bertentangan
d.    Rasional; Harus berdasar pada kaidah berfikir yang benar (logis) adedidikirawan
e.    Komprehensif; Melihat obyek tidak hanya dari satu sisi/sudut pandang, melainkan secara multidimensional – atau secara keseluruhan (holistik)
f.     Radikal; Diuraikan sampai akar persoalannya, atau esensinya
g.    Universal; Muatan kebenarannya sampai tingkat umum yang berlaku di mana saja.
ASPEK ONTOLOGI (BEING, WHAT, WHO)
®  Filsafat dipelajari karena ketakjuban manusia atas fakta (Plato + Aristoteles, 381-322 SM).
®  Philosophi = The Greek Miracle (Keajaiban Yunani).
          Philein = Philos = Cinta
          Sophia = Kebijaksanaan
®  Filsafat :
          Ÿ Ilmu tentang Kebijaksanaan atau Ilmu  mencari kebijaksanaan
          Ÿ Ilmu pengetahuan umum tentang kebijaksanaan / kebenaran
®  Filsuf = Pencinta / Pencari Kebenaran atau kebijaksanaan (K)= Pencari kebijaksanaan (relatif) akal budi untuk tindakan.Kebijaksanaan Absolut :  ada pada Tuhan dan Adimanusiawi
       Pythagoras (582-496 SM) -> Seorang Filsufadedidikirawan = Filosofos -> mendapatkan Rumus Pythagoras, namun tidak merasa hebat.
®      Philosophos = Kawan kebijaksanaan, bukan orang bijaksana = Pencari / Pencinta Kebijaksanaan. Bukan Sofis yang merasa hebat tahu segalanya.
®  Mitos = kepercayaan akan kebenaran (mis. Hantu) merupakan warisan turun temurun, tabu ditanyakan, dan menghindari ratio (logos, akal budi)
®  Setiap fakta dari aspek ontologi dapat dinyatakan kebenaran definisinya dan dapat dipandang dari dua obyek, yaitu obyek materi dan obyek formal.
®  Filsafat (Ontologi) : Ilmu tentang kebijaksanaan atau adedidikirawankebenaran. Yang dipelajari adalah obyek sebenarnya.Obyek sebenarnya :
          Ÿ Obyek materi : Seluruh fakta kenyataan, misalnya : manusia, alam, dll
          Ÿ Obyek formal : bidang kajian semua pengetahuan, mis : biologi, faal, kedokteran, dll
®  Menurut Witgenstein, Titus :
          Filsafat : Usaha untuk menyatakan kebenaran fakta secara menyeluruh, mendalam dan sejelas mungkin.
V.          ASPEK EPISTEMOLOGI
Epistemologi juga disebut teori pengetahuan atau kajian tentang justifikasi kebenaran pengetahuan atau kepercayaan.
Untuk menemukan kebenaran dilakukan sebagai berikut [AR Lacey] :
1.    Menemukan kebenaran dari masalah
2.    Pengamatan dan teori untuk menemukan kebenaranadedidikirawan
3.    Pengamatan dan eksperimen untuk menemukan kebenaran
4.    Falsification atau operasionalism (experimental operation, operation research)
5.    Konfirmasi kemungkinan untuk menemukan kebenaran
6.    Metode hipotetico – deduktif
7.    Induksi dan presupposisi/teori untuk menemukan kebenaran fakta
Untuk memperoleh kebenaran, perlu dipelajari teori-teori kebenaran. Beberapa alat/tools untuk memperoleh atau mengukur kebenaran ilmu pengetahuan adalah sbb. :
              1.     Rationalism; Penalaran manusia yang merupakan alat utama untuk mencari kebenaran
              2.     Empirism; alat untuk mencari kebenaran dengan mengandalkan pengalaman indera sebagai pemegang peranan utama
              3.     Logical Positivism; Menggunakan logika untuk menumbuhkan kesimpulan yang positif benar
              4.     Pragmatism; Nilai akhir dari suatu ide atau kebenaran yangadedidikirawan disepakati adalah kegunaannya untuk menyelesaikan masalah-masalah praktis.
Ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang dinamis, tersusun sebagai teori-teori yang saling mengeritik, mendukung dan bertumpu untuk mendekati kebenaran
ASPEK EPISTEMOLOGI (WHY, HOW)
WHY  : karena keinginan berfilsafat untuk menemukan kebenaran dengan :
1.       memakai ratio-logos-akal budi. Seterusnya ditanyakan mengapa benar karena didiskusikan, dianalisis dengan ratio untuk menemukan kebenaran.
2.       mengapa ditanyakan oleh karena :
a.     Ketakjuban akan dirinya “yang ada” (Plato & Aristoteles ± 350 SM), dan ketakjuban akan moral hukum dan langit dengan  bintang. Imanuel Kant (± 1750) memikirkan untuk ditemukan bagaimana kebenarannya.
b.     Kesangsian kemampuan panca indra (Agustinus ± 400, Descartes ±1600) karena indrawi seringkali menipu -> bagaimana kebenarannya adedidikirawan
c.     Kesadaran eksistensi dirinya yang kecil dibanding alam semesta -> bagaimana kebenaran fakta / kenyataan tersebut.
HOW :
  1. Bagaimana pendekatannya berdasarkan gejala atau phenomenologi?
  2. Bagaimana klasifikasinya?
  3. Bagaimana model atau metodenya?
Pendekatan Fenomenologi / Gejala
1.       Gejala hubungan kesatuan asasi subyek (manusia)-obyek (pengetahuan, benda untuk menemukan hasil bersifat sementara dan terbuka) yang dapat dikritik.
2.       Gejala jasmani-inderawi yang merupakan hasil pengalamanadedidikirawan kongkrit (hasil tergantung tempat + waktu)
3.       Gejala umum, pengalaman abstrak (hasil tak tergantung tempat + waktu)
Cara/metode pendalaman gejala tersebut terus dilakukan dan filsafat mencari kebenaran sesuai klasifikasi filsafat dan model pendalamannya.
Klasifikasi Filsafat Menuju Filsafat Pengetahuan:
  1. Filsafat Manusia
  2. Filsafat Alam
  3. Filsafat KeTuhanan
  4. Filsafat Etika
  5. Filsafat Pengetahuan
          Ÿ Filsafat Pengetahuan Umum
          Ÿ Filsafat Ilmu Pengetahuan, diperlukan    ilmu alam, ilmu pasti,ilmu kemanusiaan
VI.          TEORI
Teori merupakan pengetahuan ilmiah mencakup penjelasan mengenai suatu sektor tertentu dari suatu disiplin ilmu, dan dianggap benar. Teori biasanya terdiri dari hukum-hukum, yaitu : pernyataan (statement) yang menjelaskan hubungan kausal antara dua variabel atau lebih. Teori memerlukan tingkat keumuman yang tinggi, yaitu bersifat universal supaya lebihadedidikirawan berfungsi sebagai teori ilmiah. Tiga syarat utama teori ilmiah :
1.    Harus konsisten dengan teori sebelumnya
2.    Harus cocok dengan fakta-fakta empiris
3.    Dapat mengganti teori lama yang tidak cocok dengan pengujian empiris dan fakta
Beberapa istilah yang biasa digunakan dalam komunikasi ilmu pengetahuan :
a.    Axioma:pernyataan yang diterima tanpa pembuktian karena telah terlihat kebenarannya
b.    Postulat:suatu pernyataan yang diterima “benar” semata-mata untuk keperluanadedidikirawan berkomunikasi
c.     Presumsi: suatu pernyataan yang disokong oleh bukti atau percobaan-percobaan, meskipun tidak konklusif dianggap sebagai benar walaupun kemungkinannya tinggi bahwa pernyataan itu benar
d.    Asumsi :suatu pernyataan yang tidak terlihat kebenarannya maupun kemungkinan benar tidak tinggi
Filsafat Ilmu Pengetahuan selalu memperhatikan : dinamika ilmu, metode ilmiah, dan ciri ilmu pengetahuan.
1.       Dinamis :                dengan aktivitas/perkembangan              pengetahuan sistematik dan rasional yang           benar sesuai fakta, dengan prediksi dan hasil, ada aplikasi ilmu dan teknologi, dinamika                perkembangan karena ilmu pengetahuan       bersimbiose dengan teknologi
2.       Metode Ilmiah : dengan berbagai ukuran riset yang                          disesuaikan.
3.       Ciri Ilmu :               perlu memperhatikan dua aspek, yaitu :               sifat ilmu dan klasifikasi ilmu
SIFAT ILMU : Sistematik, Konsisten (antara teori satu dengan yang lain tak bertentangan), Eksplisit (disepakati dapat secaraadedidikirawan              universal, bukan hanya                 dikalangan kecil),dan Ilmiah,       benar (pembuktian dengan           metode ilmiah
Salah satu Klasifikasi Ilmu :
Ilmu Penngetahuan:
1.    Ilmu Alam (Natural Wissenschaft)Ilmu Alam / Eksakta
2.    Ilmu Moral (Ilmu sosial dan Ilmu Humaniora)
VII.          ASPEK AKSIOLOGI
Tujuan dasarnya :            menemukan kebenaran atas      fakta “yang ada” atau sedapat   mungkin ada kepastian                 kebenaran ilmiahadedidikirawan
Contohnya :
Pada Ilmu Mekanika Tanah dikatakan bahwa kadar air tanah mempengaruhi tingkat kepadatan tanah tersebut. Setelah dilakukan pengujianadedidikirawan laboratorium dengan simulasi berbagai variasi kadar air ternyata terbukti bahwa teori tersebut benar.
ASPEK AKSIOLOGI For What (Untuk Apa, Apa Nilainya)
A. Filsafat   =  Ilmu tanpa batas dan universal untuk menemukan pengetahuan secara  menyeluruh dan dapat diungkapkan dengan jelas
B. Filsafat  =   Ilmu yang mencari kebenaran paling dalam tentang seluruh kenyataan.Usaha menjawab secara metodis, sistematis koheren tentang adedidikirawanseluruh fakta / kenyataan
C. Filsafat  =   Ilmu pengetahuan umum untuk mencari kebenaran seluruh fakta / kenyataan
Filsafat (Aksiologi) : Adalah untuk mencari kebenaran tentang seluruh fakta / kenyataan.
®  Kegunaannya : Menemukan kebenaran,Menimbulkan keyakinan, dan adedidikirawanMenemukan ide
VIII.          Model/Metode (Cara Mencari Kebenaran):
       Apriori (Plato) : universal partikuler
       Aposteriori (Aristoteles) : partikuler universal Kebenaran pengetahuan (Epitesmi)
Ÿ  Episteme : pengetahuan yang sejati berdasar :obyektifitas (empiri+rasio), untuk adedidikirawanmenemukan kebenaran, kepastian, abstraksi dan intuisi
Ÿ  Epistemologi : pengetahuan sejati tentang : Apa : fakta,Mengapa : causa, Bagaimana : metode, Benar : Verifikasi
Bila Kumpulan pengetahuan yang benar/episteme/diklasifikasi, disusun sitematis dengan metode yang benar dapat menjadi epistemologi. Aspek epistemologi adalah kebenaran fakta / kenyataan dari sudut pandang mengapa danadedidikirawan bagaimana fakta itu benar yang dapat diverifikasi atau dibuktikan kembali kebenarannya.
Filsafat : Kebenaran yang dibuktikan secara :  Radikal (individu), Rasional (obyektif), Sistemik (ilmiah) dan Semesta (universal)
Pembuktian Filsafat lebih luas daripada pembuktian Ilmu, oleh karena mempertimbangkan :
Ÿ   Ratio                                                                     Ÿ Agama
Ÿ   Ilmu sendiri + Ilmu lain                                Ÿ Seni
Ÿ   Moral                                                                   Ÿ Kebahagiaan
Ÿ   Nilai                                                                      Ÿ Kesemestaan
Menurut Witgenstein, Titus :
Filsafat : Usaha untuk menyatakan kebenaran ilmiah secara menyeluruh sejelas mungkin.
Menurut KattSoff (1963) :
Filsafat : Berpikir secara kritis, sistematis, rasional, dan komprehensif hingga menghasilkan suatu yang runtut dan benar
Jadi Filsafat adalah berpikir dengan cara yang benar (teoritis) untuk menemukan keputusan pengetahuan yang benar (praktis) adedidikirawan
Klasifikasi Lain dari Filsafat:
A.   FILSAFAT UMUM :
1.    FILSAFAT KATEGORI
a.    LOGIKA
b.    ETIKA(DESKRIFTIP(apa adanya), METAETIK (analisis), NORMATIF (seharusnya))
c.     METAFISIKA=ontologi=filsafat pertama.
d.    EPISTEMOLOGI= filsafat ilmu pengetahuan.
2.    FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN (agama,matematika, hukum, dll)
RINGKASAN SEJARAH FILSAFAT ILMU:
1.    Masa Yunani Kuno (Abad 6 SM – Akhir Abad 3 SM)
2.    Masa Abad Pertengahan (Akhir Abad 3 SM – Awal Abad 15)
3.    Masa Modern (Akhir Abad 15 – Abad 19)
4.    Masa Kontemporer (Abad 20)
Masa Yunani Kuno (Abad 6 SM- Akhir Abad 3 SM):
  Filsafat = pengetahuan tahyul, dongeng, mitos = mitologi : Mitos -> Logos (mitos mengurang, ratio tumbuh),Thales / air, Pythagoras / bilangan, Demokritos / atom
Filsafat = Logos, Sokrates : (469-399 SM) Dialektikaadedidikirawan Salah Sokratik -> kesimpulan Benar, Plato : (427-347 SM) penyair, inspirasi tinggi (Aristokles) – Melawan sofis -> Mencari kebenaran Sokrates dengan tulisan Filsafat : Apologia (pembelaan Sokrates).
Model abstrak dan matematik = apriori dengan ratio menemukan episteme (ingatan yang benar atau ide abadi) Kebenaran adalah : relatif, subyektif, ide dalam diriobyektif : kenyataan / fakta diluar yang benar
Tulisannya :  Apologia, Kriton, Politea : negara, Simposium : diskusi tentang cinta, Phaedo : diskusi tentang jiwa yang tak mati, Phaidros : diskusi tentang ide,Parmenides : kritik terhadap ide ajarannya, Timaios : susunan alam semesta danNomoi : Hukum-hukum. Mendirikan Akademi yang menjadi dasar Perguruan Tinggi jaman Pertengahan. Ajarannya = Platonismeadedidikirawan yaitu kebenaran jasmani yang tak kekal dan kebenaran rohani / ide yang kekal. Lima abad kemudian = Neo Platonisme yang menggabungkan Platonisme dengan ajaran Gereja Kristen.
 Aristoteles (384 – 322 SM): Murid terpandai Akademi, guru Alexander Agung, Mendirikan Lyceum dengan ajaran model kongkrit. Ajaran Aristotelesanisme yaitu pengenalan inderawi atau empiris-aposteriori (terikat pada waktu dan tempat) ; lalu pengenalan rasional yaitu episteme = pengetahuan benar yang diperoleh dari sebab musabab. Tujuh karya : Logika / organon (analisis apriori- aposteriori), Ilmu eksakta, Biologi, Psikologi, Metafisika, Etika & Politik, Sastraadedidikirawan/Retorika. Ia membagi 3 ilmu pengetahuan (IP) :
    1.     I.P. Produktif  = Pedomen bidang kesenian
    2.      I.P. Praktis     = Etika & Moral atau pedoman tingkahlaku
    3.      I.P. Teoritis    = Tak memihak
                                                                Fisika, Matematika, Filsafat Pertama
                                                                (metafisika = ontologi)
Masa Abad Pertengahan (akhir abad 3 SM – awal abad 15):
1.    Filsafat Yunani Kuno diambil alih Mesir (Cleopatra 69-30 SM)
2.    Filsafat dilarang -> kembali ke Dogma Gereja = Theologi (Kaisar Justianus ± 529 M)
3.    Filsuf Islam Bagdad -> Cordoba Ibnu Sina (980 -1037)
4.    Filsafat : kembali ke mitos = mistik
Plotinus -> Neo Platonisme (± abad ke 13) yaitu Platonisme manunggal dengan Dogma Gereja.
5.    Thomas Aquinesadedidikirawan (1225 – 1274)
      Filsafat Yunani kuno tak dilarang malah untuk justifikasi Dogma Gereja.
Masa Modern (Akhir abad 15 – 19):
1.    Gerakan Renaissance (kelahiran kembali)
      mentalitas individual – kebebasan, persamaan, emansipasi, otonomi diri.
2.   Revolusi Copernicus (1473 – 1543)
      Matahari : pusat alam semesta
      Metode induktif – experimental
3.    Zaman Aufklarung (pencerahan / abad 18)
      Menggunakan akal budi dengan inti :
              a.     Ajaran Rasionalisme (Descartes, 1596-1650)
             b.      Ajaran Empirisme (Francis Bacon, 1561-1626) Pengetahuan inderawi
              c.      Ajaran Kritisisme (Immanuel Kant, 1724-1804)gabungan a + b
             d.      Filsafat Pragmatisme (William James, 1842-1910)Kebenaran konsep/ide harus dilihat konsekuensi praktisnya / kegunaannya.
             e.     Filsafat Fenomenologi (Edmund Husserl, 1839-1939)kebenaran = kenyataan benda itu sendiri Tiga tahap dalamadedidikirawan metode fenomenologis yaitu : Reduksi Fenomenologis, Reduksi Eidetis,Reduksi Transendental
               f.     Filsafat Eksistensialisme (S. Kierkegaard, 1813-1855)
Masa Kontemporer (abad 20):
1.    Filsafat Analitik (Ludwig Wittgenstein, 1889-1951).
2.   Filsafat Ekstensialisme (lanjutan Jean Paul Sarte, 1905 – 1980), Ia menganggap manusia bebas memilih moralitas yang diinginkan hingga menciptakan eksistensi dirinya. Manusia melakukan kebaikan, pendidikan bagi keturunannya dan hidup bermasyarakat. Menganggapadedidikirawan Tuhan tidak ada dan manusia dapat memerankan peranan Tuhan (Vincent Martin). Ada 2 kelompok : anti agama & kelompok agama (percaya pada Tuhan)
3. Ethics and Limits of Philosophy (Bernard Williams)
Perangkat Ilmu Istilah Ilmiah:
Istilah Ilmiah:
       Ilmu memerlukan sejumlah pengertian yang dituangkan ke dalam istilah ilmiah. Meliputi bidang, Besaran atau dimensi, Aturan, Penjelasan aturan
       Besaran atau Dimensi Mencakup:Konstanta dan variabel, Faktor, Definisi, Fakta,Konsep, Konstruksi, Data, Sektor, Dan sejenisnya
Aturan Ilmu Mencakup:Masalah,Hipotesis,Proposisi,Aksioma dan Asumsi, Postulat, Dalil dan Hukum, Prinsip,Dan sejenisnya
Penjelasan Aturan Mencakup:Teori,Model dan Paradigma,Dan sejenisnya
Besaran atau Dimensi:
1. Konstanta dan Variabel
          Konstanta memiliki nilai yang tetap;
          Variabel memiliki nilai yang dapat berubah
       Berubah tak acak (matematik)
       Berubah acak (probabilitas, statistik)
                Variabel
                Berkenaan dengan
                      apa            dari         siapa
                     atribut                       obyek
                                                           makhluk
                                                           benda
                                                           peristiwa
Contoh Variabel
                Atribut                       Obyek
                Kepemimpinan          manajer       (orang)
                Hasil belajar               mahasiswa  (orang)
                Kebuasan                   buaya           (hewan)
                Kekuatan                    gajah           (hewan)
                Kesuburan                  pohon mangga (tumbuhan)
                Nilai                           saham          (benda)        
                Titik didih                  air                (benda)
                Keterjualan                 rumah          (benda)
                Kecepatan                  olah data      (peristiwa)
                Temperatur                 kebakaran    (peristiwa)
                Kelancaran                 penjualanadedidikirawan     (peristiwa)
Simbol Variabel
          Variabel sering dinyatakan dalam bentuk simbol
          Simbol variabel dapat berbentuk:
          Gambar
                    õ     ­        .  .  .
          Abjad Latin
                A      B     X     Y     a     b     c   .  .  .
          Abjad Yunani
                Φ     Δ     Γ     Ω      α    β     μ    .  .  .
          Sering ditambahkan dengan lambang indeks atau pangkat
          Abjad Yunani
                          Nama     Kapital  kecil    Nama    Kapital   kecil 
                          alpha         Α         α         nu             Ν        ν    
                          beta           Β         β         xi              Ξ        ξ
                          gamma      Γ         γ         omicron    Ο        ο
                          delta          Δ         δ         pi              Π        π
                          epsilon       Ε         ε         rho            Ρ        ρ 
                          zeta            Ζ         ζ         sigma        Σ        σ ς
                          eta              Η        η         tau            Τ        τ
                          theta          Θ         θ         upsilon     Υ        υ
                          iota             Ι          ι         phi            Φ       φ
                          kappa         Κ        κ         khi            Χ       χ
                          lambda       Λ        λ         psi            Ψ       ψ
                          mu             Μ       μ         omega       Ω    ω
2. Faktor
          Sering dimaksudkan sebagai variabel penyebab
                Sebab   -----à   akibat
                (faktor)
          Ada kalanya diartikan sebagai kumpulan variabel sejenis
                        Faktor 1                           Faktor 2
                A = Membaca                    D = Tambah
                B = Menulis                        E = Kurang
                C = Mengisi rumpang     F = Kali
                Faktor 1 = verbal                              Faktor 2 = numerik
3. Definisi
          Definisi adalah batasan secara singkat tentang pengertian dan lingkup suatu besaran
          Definisi Substansi
                Batasan tentang pengertian substansinya
          Definisi Operasional
                Batasan pengertian berkenaan dengan cara pengukurannya
          Biasanya rumusan definisi berupa satuadedidikirawan kalimat saja sedangkan pengertian luas atau pengertian lengkapnya dijelaskan di dalam konsep atau konstruk
4. Fakta
          Merupakan kenyataan konkrit yang teralami
          Biasanya dinyatakan di dalam bentuk sekor atau data
                Contoh:
       Umur di dalam tahun
       Tingkat pendidikan
       Tempat lahir
       Jumlah mahasiswa
       Luas kampus
       Gaji karyawan
          Sering dicatat melalui inventori (misalnya melalui kuesioner).
5. Konsep
          Berkenaan dengan pengertian secara lengkap tentang sesuatu
                Misalnya: Arti dari
       Mahasiswa
       Karyawan
       Manajer
       Komputer
       Jurusan teknik elektro
       Bayi
       Remaja
          Sesuatu yang sama bisa saja memiliki uraian konsep yang adedidikirawanberbeda karena perbedaan bidang ilmu, aliran, atau pakar
          Dicari dari literatur; memerlukan diskusi