DMCA.com Protection Status BAHAN KULIAH HUKUM ONLINE: PSIKOLOGI HUKUM

Kamis, 12 Februari 2015

PSIKOLOGI HUKUM



 I.          ISTILAH DAN PENGERTIAN
Jiwa berasal dari jiv (bahasa sansekerta), yang berarti  lembaga hidup (levensbe ginsel) atau daya hidup (levenscracht). Jiwa merupakan pengertian abstrak, karena itu orang cenderung mempelajari jiwa yang meraga, yaitu dalam bentuk tingkah laku manusia (segala aktifitas, perbuatan, penampilan diri) sepanjang hidupnya. Ilmu jiwa merupakan istilah yang digunakan dalam bahsa Indonesia sehari-hari (cakupannya sangat luas, meliputi segala pemikiran adedidikirawanpengetahuan, tanggapan bahkan khayalan mengenai jiwa). Psikologi berasal dari psyche dan logos, merupakan istilah scientific yang dipergunakan untuk menunjuk kepada ilmu Jiwa yang bercorak ilmiah tertentu, meliputi pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode ilmiah yang memenuhi syarat-syarat yang disepakati oleh para ahli Psikologi.Psikologi merupakan istilah scientific karena di back up oleh metode-metode yang adedidikirawandipelajari dalam Psikologi. Ilmu jiwa menunjukan kepada ilmu jiwa pada umumnya, sedangkan psikologi menunjukan pada ilmu jiwa yang ilmiah menurut norma-norma ilmiah modern.Pendekatan ilmu jiwa dilakukan tidak melalui proses atau metode yangadedidikirawan dipelajari secara ilmiah seperti halnya  dalam pisikologi tetapi lebih bersifat spontan, sebagai contoh; seseorang dapat menilai orang lain dengan hanya melihat pada raut muka saja (human interaction)/tanpa proses dialogadedidikirawan terlebih dahulu/nterview.Pendekatan psikologi terlebih dahulu melalui suatu proses atau metode yang sifatnya ilmiah, misalnya; seorang dapat menilai orang lain dengan menginterviewnya terlebih dahulu dan menganalisa dengan hitungan statistik. Dahulu Ilmu jiwa pendekatannya lebih kepada pendekatan filsafat, yaitu sebagai cabang dari filsafat yangadedidikirawan mempelajari rohaniah saja. Psikologi pendekatannya lebih modern, yaitu pendekatan ilmu eksakta yaitu statistika namun juga ada ilmu sosialnya. Dulu para filosof memisahkan memisahkan jiwa dan raga karena jiwaadedidikirawan dipisahkan dengan adanya daya (pandangan atomistis), sedangkan psikologi justru menganggap pada keduanya bersifat integral. Kesimpulannya adalah bahwa apabila berbicara psikologi maka otomatis  berbicara tentang ilmu jiwa, tetapi tidak selalu apabila ilmu jiwa tetapi berbicara psikologi. Metode-metode ilmiah yang digunakan di dalam psikologi diantaranya:
A.   Metode eksperimen, yaitu metode percobaan dan observasi/pengamatan yang sistematis dalam situasi khusus, dimana gejala-gejala yang diamati begituadedidikirawan disederhanakan (beberapa faktor saja), sehingga peneliti dapat menguasai seluruh proses menciptakan, menghilangkan, mengendalikanadedidikirawan dan mengontrol secara sistematis kondisi dan variabelnya, sehingga bisa ditimbulkan atau dihilangkan gejala-gejala pisikis dan sosial tertentu untuk diamati dengan teliti.
B.    Metode genetis, yaitu suatu metode dimana semua tingkah laku individu diamati dan dicatat teliti,adedidikirawan sepenjang hidupnya, yaitu mengenai perkembangan dari sifat-sifat psikis dan ciri-ciri khas individu, sejak lahir (bahkan juga sebelum lahir), smpai masa dewasa dan usia tua.
C.    Metode anamnese (pengertian medis dari anamnese adalah pra riwayatadedidikirawan dari penyakit), yaitu suatu metode dengan meneliti faktor-faktor apa saja yang menimbulkan penyimpangan-penyimpangan psikisadedidikirawan atau sosial tertentu (penyimpangan dimaksud misal; kebiasaan-kebiasaan mencuri, agresivitas, nafsu merusak dan kecenderungan-kecenderungan sadistis, tingkah laku kegila-gilaan, alkoholik, maniak ketakutan adedidikirawanyang abnormal, ketergantungan  yang eksterim, dsb).
D.   Metode intropeksi (retropeksi/mawas diri) atau ekstrospeksi, metode intropeksi adalah penghayatan terhadap kehidupan psikis sendiri. Metode ekstrospeksi adalah pengamatan yang sistematisadedidikirawan terhadap kehidupan psikis orang lain, untuk memahami ciri-ciri khas individu tersebut.
Definisi
Menurut aliran behavorisme radikal, psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang aktivitas manusia. Menurut Plato, psikologi sebagai psikologi filsafat, berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa; logos = ilmu pengetahuan). Menurut aliran ilmu-ilmu pengetahuan alam/empiris dan rasionalisme. psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kesadaran atau gejala-gejalaadedidikirawan kesadaran. Menurut aliran psikologi dalam (freudisme) psikologi adalah ilmu mempelajari baik gejala-gejala di bawah sadar. Menurut Robert Sadedidikirawan wood worth, pisikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari semua tingkah laku dan perbuatan individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkunganya. Menurut Mac Dougall, pisikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia (human behaviour).
Konsepsi Plato
Bahwa jiwa manusia terdiri dari, jiwa rohaniah dan jiwa badaniah, jiwa rohaniah berasal dari dunia abadi dan tak akan mati dan jiwa badaniah akan mati bersama raga manusia. Plato berpendapat bahwa manusia mempunyai tiga macam kemampuan, yaitu antara lain, kecerdasan (dikepala), kemauan (dikepala), nafsu daya/perasaanadedidikirawan (diperut). Pandangan ini disebut pandangan trichotomi dari pada jiwa manusia. Ketiganya melahirkan kebijakan yang khas yaitu, kebijakan kecerdasan adalah budi, Budi dimiliki oleh kaum filsuf, kebijakan kemauan adalah keberanian, keberanian dimiliki oleh kaum militer, kebijakan perasaan adalah kesederhanaan, kesederhanaan dimiliki oleh adedidikirawankaum petani. Suatu negara yang ideal (menurut plato) harusnya diperintah oleh kaum filsuf, dipertahankan oleh kaum militer, dan penduduknya adalah kaum petani
II.          RUANG LINGKUP
Ruang lingkup psikologi adalah psikologi teoritis dan psikologi praktis. psikologis teoritis meliputi, psikologi umum dan psikologi khusus.
A.   Psikologi teoritis. Psikologi umum menguraikan dan menyelidiki kegiatan-kegiatan praktis pada umumnya dari manusia dewasa dan normal termasuk kegiatan pengamatan, pemikiran, intelegensi,perasaan kehendak, motif, dsb. yang kemudian menghasilkan dalil umum dan melahirkan teori-teori adedidikirawanpsikologi.Psikologi khusus menguraikan dan menyelidiki segi-segi khusus dari kegiatan psikis manusia. Psikologi khusus terdiri dari:
1.    Psikologi perkembangan/Genetis, Menguraikan perkembangan kegiatan piskis manusia dari kecil, dewasa hingga usia lanjut, terdiri dari:
a.    Psikologi anak,
b.    psikologi pemuda,
c.     psikologi orang dewasa,
d.    psikologi orang tua.
2.    Psikologi kepibradian dan typologi
menguraikan struktur kepribadian manusia sebagai suatu keseluruhan serta menguraikan jenis-jenis/tipe-tipe kepribadian, yaitu antara lain, introvert (tertutup),adedidikirawan ekstrovert (terbuka), antara keduanya (praktis).
3.    Psikologi sosial, menguraikan tentang kegiatan manusia dalam hubungan dengan situasi-situasi sosial seperti kelompok, situasi massa.Contoh kasus demonstran menjadi berani karena ia kehilangan adedidikirawanidentitasnya (individualismenya, super egonya hilang), sehingga merasa tidak harus bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan ketika berdemonstrasi.
4.    Psikologi pendidikan, Menguraikan dan menyelidiki manusia dalam situasi pendidikan/situasi belajar.
5.    psikologi diferensial dan Psikodiagnosite, menguraikan tentang perbedaan-perbedaan antara individu dalam keckapan-kecakapan intelegensia, ciri-ciriadedidikirawan kepribadian dan mengenai cara-cara untuk menentukan perbedaan tersebut.
6.    psikopatologi, menguraikan tentang kegiatan manusia yang berjiwa abnormal.
Psikologi khusus ini terus berkembang seperti munculnya psikologi kriminil dan parapsikologi
B.    psikologi praktis.
psikologi praktis meliputi:
                            1.     Psikodiagnotik, sangat bermanfaat untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam memilih studi/untuk menduduki jabatan tertentu,dilakukan dengan cara-cara psikologi misal antara lain wawancara,adedidikirawan observasi, dan tes psikologi untuk menentukan struktur kepribadian seseorang, perkembangan bakat dan kecakapannya, dan struktur intelegensia sehingga yang bersangkutan dapat diberi penerangan atau penjelasan mengenai studi ataupun pekerjaan yang sesuai.
                            2.     Psikologi klinis, dan bimbingan psikologi, pada dasarnya lebih merupakan usaha sarjana psikologi untuk menolong orang yang sedang menderita psikis.
                            3.     Psikologi perusahaan, sangat bermanfaat dalam membantu yang berhubungan dengen kepemimpinan, seleksi pegawai, perbaikan lingkungan kerja, menyelesaikan masalah-masalah buruh dan pegawai, perbaikan lingkungan kerja, meyelesaikanadedidikirawan masalah-masalah buruh dan pegawai, bimbingan dan penyuluhan serta usaha dalam mempertinggi produksi.
                            4.     Psikologi pendidikan, sangat membantu dalam mengusahakan cara-cara evaluasi yang objektif.
                            5.     Bimbingan dan penyuluhan pelajaran mahasiswa, adedidikirawanmenyelidiki cara pelaksanaan pendidikan sebaik-baiknya.
III.          OBJEK PSIKOLOGI
objek psikologi modern adalah manusia, serta kegiatan-kegiatannya dalam hubungan dengan lingkungannya. Menurut Kuypers dilihat dari segi kegiatannya, kegiatan manusia digolongkan manjadi , kegiatan bersifat individual, kegiatan bersifat sosial, kegiatan bersifat ketuhanan. Hal ini erat hubungannya dengan 3 hal utama,adedidikirawan yaitu bahwa manusia secara hakiki merupakan mahluk individual, sosial dan ketuhanan.
A.   Manusia sebagai mahluk individual
Psikologi modern menegaskan bahwa kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-harinya merupakan keseluruhan kegiatan jiwa raganya, bukan kegiatan-kegiatan alat-alat tubuhnya saja atau kemampuan jiwa satu-persatu yang terlepas dari pada yang lain. Manusia sebagai mahluk individual  mempunyai arti bahwa tiap orang merupakan pribadi yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapannya. Menurut Allport: Kepribadiannya adalah organ dinamis dari pada sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yangadedidikirawan unik/khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya,contoh; dua orang anak kembar yang dari satu telur dan hidup bersama-sama pun masih memiliki perbedaan kepribadian.
B.    Manusia sebagai mahluk sosial
Menurut Sigmun Ferud, bahwa super ego manusia mulai terbentuk pada usia 5-6 tahun dan perkembangannya terus berlangsung sepanjang hidup. super ego yang terdiri dari, hati nurani, norma-norma, cita-cita pribadi, tidak mungkin terbentuk dan berkembang taanpa manusia itu berinteraksidengan adedidikirawanlainnya. dengan demikan jelas bahwa tnpa pergaulan sosial manusia tidak bisa berkembang sebagai manusia semestinya.
C.    Manusia sebagai mahluk berketuhanan
Manusia menyadari bahwa diluar dirinya ada kekuatan yang lebih besar yang perlu diseimbangkan agar tidak merugikan manusia. dari situ bisa melihat hal yang mendasar yaitu hakekat manusia. Manusia merupakan mahluk hidup tertinggi dalam ciptaan tuhan. Sebelum adedidikirawanorang mempelajari stratifikasi sosial, Aristoteles membahas mengenai orang dan tumbuhan secara bertingkat-tingkat dilihat dari kegiatannya.
IV.          PSIKOLOGI SOSIAL
Beberapa alasan manusia Konsisten pada attitude yaitu, when attitude compete with each other(misal , menurunkan berat beban (bagi seorang yang gemuk) sebagai attitude positif, sedangkan olahraga (ia malas) sebagai attitude negatif),when you feel you have control over the behaviour, when you feel you have no alternative.Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang baru timbul kurang lebih 100 tahun yang lalu, adedidikirawandan baru memegang peran penting dalam perananmasyarakat modern ketika digunakan dalam tes-tes intelegensia pada abad ke 20 pada pendidikan militer, demikian pula pisikologi sosial baru dipelajari dan dipergunakan secara intensif pada tahun 1930 di AS. Psikologi sosial menguraikan dan menerangkan tentang kegiatan-kegiatan manusia adedidikirawankhususnya kegiatan dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial sementara situasi sosial adalah situasi terdapat interaksi antar orang/manusia dengan hasil kebudayaannya. Hal-hal yang dipelajari dalam pisikologi sosial, antara lain, hubungan antar manusia, sifat dan struktur kelompok, pembentukan norma keluarga, peranan kelompokadedidikirawan dalam perkembangan individu dan kepemimpinan. Mengenai kepemimpinan (menurut Mac arthur) adalah proyeksi dari personality. Model kepemimpinan adalah otoriter, demokrat, bebas (laize faire). juga pisikologi sosial mempelajari dinamika kelompok (grup dinamic),sikap (attitude) perubahan sikap. sikap adalah kecenderungan bertingkah laku.
A.   Objek Psikologi Sosial
Objek psikologi sosial adalah gejala-gejala sosiall. Gejala sosial juga dipelajari oleh sosiologi.
Letak Psikologi sosial :
sosiologiç psikologi sosialè psikologi
Menurut sosiologi bahwa psikologi sosial adalah bagian dari sosiologi sedangkan menurut psikologi bahwa psikologi sosial merupakan bagian dari psikologi. Untuk mendefinisikan sebuah ilmi pengetahuan perlu dirumuskan mengenai objek materiil dan formilnya. Sosiologi dan psikologi memiliki objek material yang sama yaitu gejala-gejala sosial karena itu harus dilihat dari objek formilnya yaitu dapat dilihat dari rumusan atau definisi ilmu pengetahuan tersebut,adedidikirawan bahwa psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari,
1.    tingkah laku manusia (Huber Bonner dalam socialpsychology)
2.    pengalaman dan tingkah laku  individu sebagai anggota suatu masyarakat  (A.M Chorus dalam Grondsiadem der sociate psicologie)
3.    Pengalaman dan tingkah laku individu dalam hubungannya dengan situasi-situasi perangsang sosial (sherif & sherif dalam An outline of social psychology)
4.    segi-segi psikologis, tingkah laku manusia dipegaruhi oleh interaksi sosial (ronjk &waren dalam sociology)
5.     Individu dalam kelompoknya dan hubungan dalam kelompok yang satu dengan yang lain (Boring dalam condition of sociology)
6.     tingkah laku individu dalamadedidikirawan kelompok dan dalam lingkungan sosio kultural (Toman dalam einfuhrung in die moderne sociologie)
1,2,6, sangat dekat  dengan objek formil sosiologi yaitu mempelajari tingkah laku manusia dalam kelompoknya dan mempelajari hubungan dalam kelompok. 3,4,5 dirangkum maka psikologi sosial adalah ilmu adedidikirawanpengetahuan yang mempelajari pengalaman dan tingkah laku individu yang dialami/ditimbulkan oleh situasi-situasi sosial.
B.    Interaksi Sosial
Pribadi manusia tidak dapat dirumuskan sebagai keseluruhan atau kesatuan saja tanpa sekaligus meletakan hubungannya dengan lingkungannya justru kepribadian menjadi kepribadian apabila seluruh sistem pisikofisik termasuk bakat-bakat kecakapannya menyatakan dirinya dengan khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Individu memerlukan hubungan dengan lingkungannya yang akan menggiatkannya dan merangsang perkembangannya. Menurut Wood worth bahwa berkenaan denganadedidikirawan hubungan individu dengan lingkungannya, individu dapat bertentangan dengan lingkungan, individu dapat menggunakan lingkungannya, dan individu dapat berpartisipasi dengan lingkungannya dan individu menyesuaikan diri. yang utama individu selalu berusaha untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. Istilah lingkungan ini adedidikirawandalam arti luas, baik lingkungan psikis maupun lingkungan fisik. menyesuaikan diri berarti mengubah diri sesuai dengan lingkungan atau mengubah lingkungan sesuai keadaan diri. Interaksi sosial adalah suatu hubungan antar dua atau lebih individu dimana menjadi proses mempengaruhi secara timbal balik. Individu yang satu dapat menyesuai kan diri secara autoplastis, artinya dirinya dapat dipengaruuhi oleh individu lain secara alloplastis, yaitu individu lain dipengaruhi dirinya. Faktor-faktor yang mendasari interaksi sosial :
1.    Imitasi,Gabriel trade mengatakan bahwa seluruh kehidupan sosial sebenarnya berdasarkan faktor imitasi saja.walaupun pendapat ini berlebihan tetapi peranan Imitasi dalam interaksi sosial adalah sangat besar, contoh seorang anak meniru bahasa tingkah laku tertentu, cara menyatakan kegirangan adalah proses meniru, tumbuhnya adat istiadat, tumbuhnya kepatuhan-kepatuhan yang terus diturunkan secara turun temurun. Imitasi mempunyai  peranan dalam perkembangan individu, adedidikirawandapat mendorong individu/kelompok untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang dapat digunakan sebagai kerangka cara-cara bertingkah laku.Faktor imitasi mempunyai segi negatif yaitu apabila hal-hal yang diimitasikan adalah sesuatu yang salah atau secara moril maupun yuridis harus ditolak. Proses imitasi dalam interaksi sosialadedidikirawan dapat menimbulkan kebiasaan mengimitasi tanpa kritik, sehingga dapat menimbulkan gejala berpikir malas kritis pada individu.
2.    Sugesti, sugesti pada dasarnya adalah suatu proses seseorang memberikan pandangan yang diterima orang lain dan proses ini terjadi tanpa kritik terlebih dahulu. keadaan dan faktor-faktor yang memudahkan sugesti adalah        
a.    sugesti karena hambatan berpikir, orang yang terkena sugesti aakan menelan apa saja yang dianjurkan orang lain. Hali ini akan lebih mudah terjadi apabila pada saat dikenai sugesti berada dalam keadaan dimanaadedidikirawan cara berpikir kritis terhambat. Misal orang itu sudah lelah berpikir/dalam keadaan kemampuan berpikir dikurangi daayanya oleh rangsang emosional.
b.    Sugesti karena disosiasi/pikiran terpecah,contoh seseorang bingung karena permasalahan hidup yang komplek
c.     Sugesti karena otoritas, orang yang cendrung menerima pandangan-pandangan tertentu apabila pandangan tersebut dimiliki/disampaikan oleh orang-orang yang ahli dibidangnya
d.    Sugesti karena mayoritas, orang akan cenderung menerima suatu pandangan ucapan apabila hak tersebut didukung mayoritas golongannya.
e.    Sugesti karena will to believe, diterimanya suatu pandangan tertentu karena pada dasarnya pandangan itu sudah ada pada dirinya dalam keadaan terpendam, oleh karena itu sugesti akan diterima tanpa berpikir lebih lanjut karena sudah ada kesediaan sebelumnya, artinya sugesti terjadi karena keyakinan untuk dirinya.
3.    Identifikasi, Istilah identifikasi muncul dalam uraian sigmun freud tentang cara-cara seorang anak  belajar norma-norma dari orang tuanya . Dalam garis besarnya anak belajar menyadari bahwa dalam kehidupan terdapat norma-norma dan peraturan-peraturan yang harus diikuti melalui didikan orang tua yaitu dengan penghargaanadedidikirawan dan penghukuman, lambat laun si anak akan mendapat pengetahuan tentang baik atau buruk.
4.    Simpati, pada dasarnya merupakan perasaan tertarik orang yang satu denggan yang lain, timbul berdasarkan penilaian perasaan, contoh hubungan cinta kasih.
V.          PSIKOLOGI HUKUM
salah satu segi hukum yang menonjol  pada hukum terutama  yang modern adalah penggunaannya secara sadar sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan yang dikehendaki (lihat definisi hukum menurut Mochtar Kusumaatmadja). Dengan demikian sadar atau tidak sadar hukum telah memasuki bidang yang menggarap tingkah laku manusia, hal ini mengandung arti bahwa hukum telah memasuki bidang pisikologi khususnya psikologi sosial. Hukum Pidana nerupakan bidang hukum yang sering berurusan dengan psikologi. Dengan pidana diharapkan kejahatan dapat dicegah, merupakan contoh yang jelas mengenai hubungan antara hukum dan psikologi. Leon Petrazyeki seorang ahli filsafat hukum, menganggap unsur psikologi dalam hukum dengan menempatkannya sebagai unsur utama, ia berpendapat bahwa fenomena-fenomena hukum terdiri dari proses psikis yang unik yang dapat dilihat dengan menggunakan metode introspeksi. Contoh apabila kita mempersoalkanadedidikirawan hak-hak individu dan orang lain dan melakukan perbuatan sesuai dengan itu, maka semua itu bukan karena hak-hak  itu dicantumkan dalam peraturan-peraturan itu tetapi semata-mata karena keyakinan kita sendiri  bahwa kita harus berbuat itu.
A.    Ruang Lingkup
Psikologi hukum merupakan cabang imu pengetahuan yang mempelajari hukum sebagai suatu perwujudan dari pada perkembangan jiwa manusia (Drever dalam Dictionary of psychology).Cabang ilmu pengetahuan ini mempelajari tingkah laku sikap hukum yang mungkin merupakan gejala-gejala kejiwaan tertentu.  Sikap baru merupakan kecenderungan bertingkah laku apabilla ada hubungan antara sikap dan tingkah laku, dari sikap dapat diprediksi tingkah lakunya. Psikologi hukum merupakan cabang studi hukumadedidikirawan yang relatif masih muda yang lahir karena kebutuhan dan tuntutan akan kehadiran psikologi dalam studi hukum terutama terasa bagi prakttek penegak hukum termasuk untuk kepentingan pemeriksaan di muka sidang pengadilan. Walaupun demikian perhatian terhadap psikologi hukum masih jauh dari memadai oleh karena itu belum ada kesepakatan mengenai ruang lingkupnya sehingga dewasa ini msih dalam mencari batasan ruang  lingkup untuk pembahasan materi yang diharapkan dapat menjelaskan hubungan-hubungan hukum dengan faktor kejiwaan. walaupun demikian pokok-pokok ruang lingkupnya adalah :
1.    segi psikologi tentang terbentuknya norma kaidah hukum
2.    kepatuhan ketaatan terhadap norma kaidah hukum
3.    perilaku menyimpang
4.    psikkologi dalam hukum pidana,
Hukum hanya ada dan berperan dalam masyarakat manusia dan adanya itu karena tuntutan kebutuhan hidup manusia bersama dorongan-dorongan yang mempertahankan kehidupan  kehidupan bersama dari segi psikologis, dorongan untuk makan, dorongan untuk mempertahankan diri, dorongan untuk melangsungkan keturunan. dorongan-dorongan tersebut tumbuh melalui 3 aspek psikologis, yaitu aspek naluriah aspek perasaan dan adedidikirawanaspek kebiasaan yang merupakan faktor internal yang senantiasa melekat pada individu.Aspek psikologis oleh Bouman disebut sebagai hasrat kemasyarakatan yang dirinci sebagai berikut, Hasrat sosial, rasa harga diri, sifat ingin fatuh, hasrat ingin bergaul, rasa simpati, dan keinginan untuk menolong, keinginan berbuat, keinginan untuk memberitahu, sifat mudah menerima pesan-pesan. Butir-butir dari Bouman tersebut merupakan kelengkapan adedidikirawaninternal individu yang melekat dan mendorong untuk senantiasa hidup dalam suatu pergaulan hidup. Manusia pada dasarnya mempunyai rasa ingin patuh pada kemauan orang banyak, pada norma-norma yang berlaku dalam pergaulan hidupnya, para ahli menyebutnya sebagai mahluk normatif.

1 komentar:

  1. http://muhammadsarifnur.blogspot.co.id/2016/06/hukum-sebagai-persepsi.html

    BalasHapus